
Surabaya - Partai Golkar Jawa Timur kembali melirik Soekarwo sebagai calon gubernur dalam dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Jatim periode 2014-2019.
"Kami sudah berkomunikasi dengan Pakde Karwo (sapaan akrab Soekarwo). Tapi belum ada pembicaraan serius, masih sekedar komunikasi biasa," ujar Ketua DPD I Partai Golkar Jatim Martono di Surabaya, Jumat.
Kendati demikian, pihaknya menolak bahwa komunikasi tersebut menjadi bagian dari melamar Pakde Karwo untuk diusung Partai Golkar dalam Pilkada yang rencananya digelar pertengahan 2013 tersebut.
Martono mengatakan, komunikasi masih sebatas diskusi serta mengapresiasi kepemimpinan Pakde Karwo selama menjadi Gubernur Jatim dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini.
"Belum ada pembicaraan serius, semua masih sekedar komunikasi biasa. Kami mengapresiasi kepemimpinan Pakde Karwo karena terbukti mampu menjadi bapaknya rakyat Jatim. Contoh paling kongkrit yakni pihaknya sudah membuktikan angka penurunan kemiskinan," katanya.
Sedangkan, ketika disinggung tentang wacana Khofifah Indar Parawansa menjadi calon gubernur dari Partai Golkar, Martono juga mengaku belum ada perkembangan. Ini karena di partainya menganut sistem survei sebelum mengusung seorang calon kepala daerah.
"Sudah sesuai petunjuk dan peraturan tertulis dari DPP. Dalam sebuah Pilkada harus dilakukan survei untuk menentukan calon yang akan diusung maupun didukung. Semua masih memungkinkan, bisa Khofifah atau Pakde Karwo nantinya yang diusung," tukas Guru Besar Universitas Surabaya tersebut.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menanggapi santai wacana majunya Khofifah sebagai calon gubernur dalam bursa Pilkada Gubernur Jatim 2013. Meski pernah berkompetisi hingga tiga putaran, namun pihaknya tetap mempersilahkan dan tak akan berusaha menghalanginya.
"Silahkan bagi siapa saja yang maju dalam bursa calon gubernur. Kalau dipercaya Pakde Karwo untuk mendampinginya satu periode lagi, saya sangat siap," tutur dia.
Pejabat yang akrab disapa Gus Ipul tersebut mengaku sudah sangat nyaman menjadi pendamping Pakde Karwo. Namun pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pakde untuk memutuskan siapa tokoh yang akan mendampinginya dalam bursa Pilkada Gubernur Jatim mendatang.
"Secara pribadi luar dalam saya siap mendampingi Pakde lagi. Tapi kalau beliau tidak mempercayai lagi, ya saya tidak akan menjadi apa-apa dan pulang kampung," tutur mantan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal tersebut. (*)
If things go as planned, pop sensation
Showing this Blog...
The controversial...











