
SEMARANG. Operasi transplantasi hati yang akan dilakukan ke Karen Nasifah di RSUP dr Karyadi, Semarang ternyata melibatkan banyak dokter. Tak hanya tim yang terlibat dalam melaksanakan operasi tersebut, namun pihak rumah sakit juga melibatkan dokter spesialis bedah dari Singapura. Karena itu diharapkan operasi transplantasi hati terhadap balita berumur satu tahun dua bulan itu akan berjalan dengan lancar.
"Operasi melibatkan banyak sekali dokter. Untuk jumlah pastinya kami juga belum dapat informasi. Kita juga bekerjasama dengan tim dokter dari Singapura dan juga datang saat operasi dilaksanakan," ungkap dr William kepada Sapos yang secara eksklusif mengikuti perjalanan Karen di Semarang.
Karen yang saat ini dirawat di ruang anak nomor 11 RS Umum Pemerintah (RSUP) Dr Karyadi terlihat mendapat penanganan intensif dari tim medis. Minggu (15/1) kemarin terlihat salah seorang perawat memberikan cairan albumin ke tubuh pasien. Cairan itu digunakan untuk menjaga sistem hati anak pasangan Yulianto (23) dan Novitasari (18).
Pemeriksaan terhadap kondisi pasien masih terus dilakukan tim medis. Bahkan rencananya siang ini tim dokter akan melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi pasien. Sehingga jawaban kapan rencana operasi yang akan dilakasanakn dapat dikerjakan.
"Yang dilakukan saat ini hanya melaksanakan pemeriksaan. Senin (16/1) besok karen akan diperiksa ulang oleh dokter," jelas William.
Operasi terhadap penderita kolestatis atau kerusakan fungsi hati itu dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Mengingat kondisi pasien yang makin hari terus mengalami penurunan. Dikhawatirkan jika hal itu tidak dilaksanakan akan berdampak fatal bagi pasien.
"Kondisi pasien makin berat. Saat ini pasien bukan dalam kondisi kritis, namun tambah lama kan fungsi hatinya tambah rusak. Makanya operasi harus segera dilaksanakan," paparnya.
Menurutnya keputusan pihak manajemen RSUD IA Moeis mengirim Karen ke RSUP dr Karyadi sangat tepat. Pasalnya di rumah sakit tersebut terkumpul sejumlah dokter dengan pengalaman tinggi, bertaraf nasional dan internasional. Sehingga langkah yang diambil pun dapat terbilang sangat profesional.
"Saya pikir ini keputusan yang tepat Karen di rujuk ke rumah sakit ini. Operasi transplantasi di rumah sakit ini sudah dilakukan beberapa kali dan yang menangani para dokter yang profesional," tutur William.
Sementara itu menurut dr Rudi Agus, operasi direncanakan akan dipimpin dr Yulianto, dokter spesialis bedah anak ini kemungkinan akan memimpin operasi transplantasi hati terhadap karen. Kegiatan tersebut diperkirakan akan diikuti belasan dokter spesialis.
"Rencananya operasi akan dipimpin dokter Yulianto. Beliau dokter spesialis bedah anak. Untuk waktunya masih belum dapat dipastikan," tutur Rudi. (Sapos)
If things go as planned, pop sensation
Showing this Blog...
The controversial...











